TARAKAN (Qiblatku) — Panitia Parade Musik Sahur dan Sound Sahur Tarakan 2026 menegaskan sikap tegas terhadap pelanggaran tata tertib dengan menjatuhkan sanksi kepada sejumlah peserta yang dinilai tidak disiplin selama pelaksanaan kegiatan.
Keputusan tersebut disampaikan oleh Che Ageng selaku perwakilan panitia, Rabu (18/03), usai pengumuman pemenang lomba yang berlangsung di tengah rangkaian acara.
Berdasarkan hasil evaluasi bersama Kepolisian Resor Tarakan, panitia memutuskan 10 tim tidak dapat mengikuti kegiatan pada tahun mendatang. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk penegakan aturan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan kegiatan.
Adapun tim yang terkena sanksi meliputi Karang Rejo, Behora, Belbri, Beringin, The Macz Man, Bonek, serta Kampung Pukat yang terdiri dari empat tim.
Panitia menjelaskan, pelanggaran yang dilakukan peserta di antaranya penggunaan flare, kembang api, dan petasan yang dilarang dalam aturan kegiatan. Selain itu, terdapat insiden yang melibatkan ketegangan antara peserta dan panitia saat dilakukan peneguran di lapangan.
Dalam salah satu kasus, terjadi tindakan tidak terpuji berupa adu fisik terhadap petugas pengawas lomba. Panitia menyebut kejadian tersebut sebagai pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi.
“Ini menjadi evaluasi penting bagi kami agar ke depan aturan benar-benar dipatuhi oleh seluruh peserta,” ujar Che Ageng.
Panitia juga mengapresiasi langkah salah satu tim yang telah menyampaikan permohonan maaf dan membuat surat pernyataan setelah terlibat dalam insiden pemukulan terhadap petugas pengawas.
Menurut panitia, klarifikasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus komitmen untuk menyelesaikan persoalan secara terbuka dan menjaga suasana tetap kondusif.
“Harapannya, kejadian ini menjadi pelajaran bersama bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi,” lanjutnya.
Parade Musik Sahur dan Sound Sahur Tarakan 2026 sendiri berlangsung meriah pada Sabtu malam (14/03/2026) dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ribuan warga tampak memenuhi sepanjang rute parade untuk menyaksikan kreativitas para peserta.
Kegiatan ini diikuti oleh 58 tim dari berbagai komunitas, yang terbagi dalam kategori pejalan kaki, sound religi, dan kendaraan dengan dekorasi Islami. Acara ini juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah serta dihadiri sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda.
Panitia berharap, ke depan seluruh peserta dapat lebih tertib dan menjunjung tinggi aturan yang telah ditetapkan, sehingga kegiatan serupa dapat terus menjadi ajang kreativitas yang aman, tertib, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (Tim)







Discussion about this post