TARAKAN (Qiblatku) – Kinerja jajaran kepolisian di Kalimantan Utara kembali menjadi sorotan dalam forum Analisa dan Evaluasi (Anev) Triwulan yang digelar melalui Tactical Working Group (TWG), Senin pagi, (27/4). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadi, sebagai bagian dari upaya mengukur sekaligus memperkuat kinerja seluruh Polres di wilayah hukum Polda Kaltara.
Dalam forum tersebut, berbagai capaian kinerja dipaparkan secara terbuka, mulai dari penanganan perkara hingga efektivitas penyelesaian tunggakan kasus yang selama ini menjadi perhatian publik. Evaluasi ini tidak hanya menjadi rutinitas internal, tetapi juga mencerminkan transparansi dan akuntabilitas institusi kepolisian kepada masyarakat.
Dari hasil pemaparan, Polres Tarakan mencatatkan capaian menonjol sebagai satuan dengan jumlah penyelesaian perkara tunggakan terbanyak di jajaran Polda Kaltara. Prestasi ini menjadi bukti nyata percepatan kinerja dalam menjawab tuntutan masyarakat terhadap kepastian hukum, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Dalam arahannya, Kapolda Kaltara menegaskan bahwa penyelesaian perkara, khususnya kasus tunggakan, merupakan indikator utama profesionalisme. Ia mengingatkan bahwa setiap perkara yang belum terselesaikan tidak hanya menjadi beban institusi, tetapi juga berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat.
“Tidak boleh ada pembiaran. Setiap perkara harus dituntaskan secara profesional dan transparan,” tegasnya di hadapan peserta Anev.
Selain menyoroti kinerja penegakan hukum, Kapolda juga mengingatkan adanya ancaman serius yang perlu diantisipasi, yakni dampak fenomena El Nino yang berpotensi memicu cuaca panas ekstrem di wilayah Kalimantan Utara. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Melalui forum TWG, seluruh jajaran Polres diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan, termasuk memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan patroli, serta mengedepankan langkah-langkah preventif guna meminimalisir dampak yang dapat merugikan masyarakat.
Hasil Anev ini menjadi tolok ukur sekaligus tantangan bagi seluruh Polres di jajaran Polda Kaltara. Capaian Polres Tarakan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi satuan lainnya untuk terus meningkatkan kinerja.
Dengan tekanan kinerja yang semakin tinggi, publik kini menaruh harapan besar pada konsistensi dan keseriusan aparat kepolisian dalam menjalankan tugasnya. Evaluasi telah dilakukan, peringatan telah disampaikan, dan kini saatnya pembuktian nyata di lapangan.(Rstrk)







Discussion about this post