TARAKAN (Qiblatku) – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Polres Tarakan melaksanakan kegiatan silaturahmi bersama tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan se-Kota Tarakan, Jumat (13/02).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.30 Wita tersebut dilaksanakan di Cafe Malabar, Jl. RE. Martadinata, Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan.
Silaturahmi ini digelar sebagai bentuk komunikasi dan koordinasi menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri, Hari Raya Nyepi, serta Hari Raya Paskah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik, S.H., S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polres Tarakan, Kapolsek Tarakan Barat, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tarakan beserta enam perwakilan agama, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan di Kota Tarakan, di antaranya Kokam Kaltara, Kokam Tarakan, GP Ansor Tarakan, Muhammadiyah Tarakan, HIPMI Tarakan, Senkom Tarakan, KNPI Jaya Tarakan, GMKI Tarakan, HMI Cabang Tarakan, BEM INSTEKMUH Tarakan, dan BEM STIMIK PPKIA Tarakan.
Dalam forum dialog tersebut, dibahas sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi menjelang momentum hari besar keagamaan, antara lain Maraknya aktivitas balap liar yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas; Tradisi balap lari yang menggunakan fasilitas umum/jalan raya sehingga mengganggu pengguna jalan; Aktivitas membangunkan sahur dengan alat musik dan pengeras suara berlebihan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum; Peredaran minuman keras (miras) ilegal yang kerap memicu keributan dan konflik sosial; Permasalahan kebersihan lingkungan, khususnya pembuangan sampah di wilayah pesisir dan sekitar masjid saat kegiatan buka puasa; Maraknya parkir liar serta aktivitas ekonomi jalanan yang berpotensi memicu gesekan sosial.
Menanggapi hal tersebut, para tokoh agama dan perwakilan organisasi kemasyarakatan memberikan sejumlah masukan strategis, di antaranya Penegakan hukum melalui penilangan terhadap pelaku balap liar; Koordinasi dengan Pemerintah Kota Tarakan untuk memfasilitasi tradisi balap lari di lokasi khusus; Pendirian pos pelayanan dan pos pengamanan di titik-titik strategis, sebagaimana pengamanan Nataru sebelumnya; Pengamanan difokuskan pada lalu lintas, pusat keramaian, tempat ibadah, dan lokasi rawan gangguan kamtibmas; Dukungan terhadap edukasi dan penegakan aturan kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir dan tempat ibadah; Agenda rutin kegiatan bersih-bersih lingkungan; Penguatan toleransi, moderasi beragama, serta rasa aman bagi seluruh umat beragama; Sosialisasi Call Center 110 di tempat-tempat ibadah; Harapan agar kegiatan silaturahmi lintas elemen ini dapat dilaksanakan secara rutin.
Menjelang Bulan Suci Ramadhan, situasi kamtibmas di wilayah Kota Tarakan relatif kondusif, meskipun tetap terdapat potensi gangguan seperti balap liar, penggunaan petasan atau meriam bambu, parkir liar, serta peredaran miras ilegal.
Kegiatan ini menjadi forum dialog dan koordinasi strategis dalam memperkuat sinergitas antara kepolisian, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga seluruh rangkaian perayaan hari besar keagamaan dapat berjalan dengan aman, damai, dan penuh toleransi di Kota Tarakan.(Restrk)







Discussion about this post